MAKASSAR –Total korban tewas jatuhnya pesawat Hercules C-130 jenis Alpha 1325 di Desa Geplak, Kecamatan Karas, Kabupaten Magetan, Jawa Timur,asal Sulsel sebanyak 14 orang,delapan diantaranya warga sipil.
Kemarin, kelompok terbang (kloter) I yang membawa sembilan jenazah warga Sulsel, satu dari Papua, tiba di Lapangan Udara (Lanud) Sultan Hasanuddin. Enam peti dibungkus dengan bendera merahputihberada di barisan paling depan.
Pesawat angkut Hercules A-1312 tiba di Lanud Sultan Hasanuddin sekitar pukul 14.46 Wita disambut dengan upacara penerimaan jenazah yang dipimpin Komandan Lanud Sultan Hasanuddin Marsekal Pertama TNI Ida Bagus Putu Dunia di Galaktika. Kedatangan jenazah langsung disambut tangis keluarga korban yang sudah menunggu sejak pagi kemarin.
Serma Ramli, anak dari korban pasangan suami istri Langka’ ,75, dan Halifah Tassiompo, 58, yang ikut bersama rombongan jenazah, langsung disambut histeris keluarganya. Ramli yang saat ini bertugas di TNI AU bagian Sar Bantuan Halim Perdana Kusuma Jakarta tak kuasa menahan tangis berbaur bersama keluarganya.
Begitu juga dengan keluarga lain yang datang dari berbagai daerah di Sulsel menanti kedatangan keluarganya. Jenazah selanjutnya dibawa dengan ambulans yang sudah disiapkan untuk dibawa ke rumah duka masing-masing.
Enam orang korban prajurit yang tiba masingmasing, Kepala Seksi Hanlan Lanud Sultan Hasanuddin Mayor (PSK) Boy Timor Wahyudi, yang beralamat di Citra Sudiang Indah, Jalan Sukhoi, Blok 2 No 7, dimakamkan di Pemakaman TNI AU di Maros.
Perwira Dispen Mabes TNI AU Jakarta Kapten (Sus) Nurmansuri dimakamkan di kampung halamannya Kelurahan Labessi,Kecamatan Marioriwawo, Pakkabata, Soppeng. Nurmansuri, yang lebih akrab disapa Ema, juga merupakan adik dari Kepala Penerangan Lanud Hasanuddin Mayor Mulyadi.
Serma Almin Narang, anggota Gudang Peralatan Lapangan Lanud Hasanuddin, langsung dibawa ke rumah duka di Gowa,Serma Andi Wiratno, anggota Pengaturan Lalulintas Udara (PLLU) Lanud Hasanuddin, beralamat di Perumahan Pondok Asri 3 Blok A No 1, Sudiang, dan Serma Yusfianus Alfian, anggota PLLU, dibawa ke kampung halamannya di Toraja untuk dimakamkan.
Satu anggota dari Komando Sektor Pertahanan Udara Nasional (Kosekhanudnas) II Makassar Serma Dwi Wijayanto. Tiga korban warga sipil yang tiba kemarin masing-masing, pasangan suami istri Langka’ dan Halifah Tassiompo, warga Mandai,Maros dan Isma Nuriatma, warga Desa Mampu, Kecamatan Anggeraja, Enrekang.
“Masih akan ada penerbangan kedua. Direncanakan besok (hari ini) pagi dengan menggunakan pesawat Fokker,” kata Kepala Urusan Penerangan Pasukan dan Penerangan Umum (kaur Lanud Sultan Hasanuddin Kapten Agus Subagyo. Agus mengatakan, sebenarnya dalam jadwal, kloter II dengan menggunakan pesawat jenis Foker akan tiba di Lanud Hasanuddin kemarin, namun pesawat mengalami gangguan teknis sehingga harus menunda penerbangan hingga pagi ini. Satu jenazah asal Papua yang diturunkan di Lanud Hasanuddin bernama Makson yang sementara dititipkan di Rumah Sakit Lanut.
“Nanti akan dibicarakan lagi bagaimana pengirimannya ke sana,” kata Agus. Sehingga berdasarkan data yang dirilis Lanud Sultan Hasanuddin, masih ada lima korban dari warga sipil yang rencananya akan diangkut pada kloter II pagi ini.
Masing-masing Rahmad (putra dari Isma Nuriatma), Hasrul Ari Rajab (asal Pankep), Siti Aminah (istri Boy Timur Wahyudi yang juga PNS Lanud), Tika –dalam manifest ditulis Indri— (anak Boy Timur Wahyudi), serta Saifuddin –dalam manifest terdaftar Syahruddin (warga Maccini Kidul,Makassar) dalam manifest tercatat bernama Syahruddin.
Kecewa
Keluarga Hasrul Ati Rajab dan Saifuddin sempat mempertanyakan ketidakdatangan jenazah keluarga mereka kepada pihak Lanud Hasanuddin. Karena dalam daftar jadwal pengiriman yang disampaikan, jenazah keluarga mereka juga akan tiba hari itu.
“Kenapa mayat anak kami tidak ada. Dalam daftar tadi ada nama dia,” kata Sukarti, ibu dari almarhum Saifuddin. Begitu juga dengan keluarga Hasrul yang datang dari Pangkep dengan memperlihatkan foto Hasrul berukuran 5R.
Setelah diberikan penjelasan dari Kapten Agus bahwa jenazah keluarga mereka akan dikirim dalam penerbangan berikutnya mereka bisa mengerti. Sukarti mengatakan, anaknya yang berdagang di Pasar Ular Jakarta berencana ke Makassar untuk menghadiri takziah pamannya bernama Amir yang meninggal di Makassar beberapa hari lalu. Saifuddin berangkat dari Jakarta bersama istrinya Supinah, anak semata wayangnya M Dafa Nugroho, serta mertuanya.
“Istri, anak, dan mertuanya akan dibawa ke Jawa Tengah karena dia memang orang sana. Almarhum anak rencananya tetap dimakamkan di Makassar,” kata Sukarti yang datang bersama rombongan keluarganya sejak pukul 08.00 Wita di Lanud Hasanuddin.
Sementara itu, dua anggota TNI AU Lanud Hasanuddin yang juga meninggal dalam kecelakaan itu, masing-masing Serka Asep Dani Wahyudi,anggota Bimbingan Jasmani, dan Pratu Ade Taufik,anggota POM AU,sebagaimana diberitakan kemarin diterbangkan ke daerahnya masingmasing. Asep Dani akan dimakamkan di Palu,Sulawesi Tengah, dan Ade Taufik dibawa ke kampung halamnya di Bandung, Jawa Barat.
Komandan Lanud Sultan Hasanuddin Marsekal Pertama TNI Ida Bagus Putu Dunia mengatakan, pihak TNI AU tentunya merasa sangat kehilangan dengan gugurnya prajurit-prajurit terbaik mereka dalam insiden tersebut.
“Kami merasa kehilangan sekali, mereka semua adalah orangorang profesional di bidangnya dan sangat luar biasa.Sebagai manusia kita harus ikhlas,”kata Putu Dunia saat ditemui SI usai memimpin upacara. Khusus Mayor Boy,dia memberikan apresiasi dan penghargaan atas kerjasamanya selama ini dalam menjalankan tugas di pangkalan dengan sangat baik.
Dia mengenal sosok Mayor Boy sebagai pribadi yang sangat profesional terkait dengan tugasnya menjaga keamanan pangkalan. “Penghijauan di Lanud ini adalah karya dia. Kalau Anda melihat pohon-pohon setinggi ini (setinggi lututnya) itu karya dia.Kita memintanya untuk masalah penghijauan di Lanud ini. Di luar dari tugas utamanya,” kata Putu Dunia.
Korban Tewas Jadi 101 Orang
Korban meninggal dunia akibat jatuhnya pesawat Hercules C- 130 TNI Angkatan Udara yang jatuh di Desa Geplak,Kecamatan Karas,Kabupaten Magetan,Rabu (20/5), bertambah menjadi 101 jiwa dari sebelumnya 96 jiwa.
Perinciannya 99 orang merupakan penumpang pesawat dan 2 orang berasal dari warga sipil setempat. Berdasarkan data terakhir, dari jumlah 110 penumpang pesawat, termasuk kru, 99 orang meninggal dunia. Kemudian 11 orang masih dalam perawatan di RSU Provinsi (RSUP) dr Soedono Madiun dan RS Lanud Iswahjudi Magetan. Dua orang lainnya juga masih dirawat, merupakan warga sipil yang rumahnya tertimpa pesawat.
“Hari ini kita pastikan semua jumlah korban sudah sesuai manifes,“ tandas Kepala Penerangan dan Perpustakaan (Kapentak) Lanud Iswahjudi Mayor Sus Sutrisno di Magetan kemarin. Sebelumnya,data penumpang (manifes) pesawat Hercules C-130 TNI Angkatan Udara yang jatuh di Desa Geplak, Kecamatan Karas,Kabupaten Magetan,Rabu (20/5),sempat berubah-ubah.
Dari data yang dihimpun harian Seputar Indonesia (SI), pada hari pertama musibah seperti disampaikan pihak Lanud Iswahjudi Madiun, jumlah penumpang Hercules sebanyak 112 orang,termasuk di antaranya 11 awak pesawat. Tidak lama kemudian informasi itu berubah. Pihak Lanud Iswahjudi menyatakan, sesuai manifes, jumlah penumpang pesawat Hercules sebanyak 111 orang.
Kemarin disampaikan bahwa penumpang yang terdaftar dalam manifes sebanyak 110 orang, termasuk kru. Dengan kepastian manifes penumpang, kemarin pihak Lanud Iswahjudi menghentikan evakuasi korban tewas. Menurut Sus Sutrisno, 3 korban tewas terakhir yang ditemukan adalah Ny Sariyem warga Yogyakarta,Mayor Elektronika Lex Melvin,dan anak berusia sekitar 4 tahun yang belum teridentifikasi. Jumlah korban meninggal dunia Hercules dipastikan sesuai manifes.
Tim Penyelidik ke Magetan
Kemarin,TNI AU menurunkan tim penyelidik penyebab jatuhnya pesawat Hercules C-130.Tim Panitia Penyelidik Kecelakaan Pesawat Udara (PPKU) ini sudah diturunkan ke lapangan untuk mengumpulkan barang bukti dari serpihan pesawat dan mengumpulkan keterangan dari para saksi yang melihat langsung kejadian.
Menurut Komandan Pangkalan Udara (Danlanud) Iswahjudi, Marsekal Pertama (Marsma) Bambang Samoedro, tim PPKU sudah mengumpulkan bukti dari lokasi kejadian. “Selanjutnya, mereka akan melakukan penyelidikan, melakukan evaluasi, dan melaporkan hasilnya ke Mabes TNIAU,” ujarnya kepada SIkemarin.
Ada lima unsur yang akan diselidiki tim PPKU untuk menguak penyebab kecelakaan pesawat Hercules tersebut, yakni unsur manusia (human error), unsur material, unsur misi, unsur media,dan unsur manajemen.
CR:makassarterkini
Filed under: seputar indonesia | Leave a Comment »